TCP
Pengertian TCP/IP
TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack
Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.
Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.
Sumber: http://emmospot.wordpress.com/
TuJUh BelAS aGusTus
Saya kok sudah tidak mengerti lagi makna dari 17 Agustus, terkecuali cuma mengerti bahwa hari ini adalah tanggal dimana Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia mengatas namakan Rakyat Indonesia. Selebihnya ya seperti hari-hari biasa, satu yang pasti adalah “YESS Hari Libur Lagi”
Makna tanggal 17 Agustus buat setiap orang pasti berbeda-beda.
Nah, itulah yang akan saya bahas sekarang :
Untuk anak yang belum sekolah
Anak-anak yang belum mengalami masa sekolah berpikir 17 Agustus adalah perlombaan. Dimana mereka bisa mendapatkan hadiah buku tulis, pensil berwarna biru becampur hitam, penghapus,rautan yang berwarna-warni, dan mungkin ada cash money dari panitia. Masa-masa seperti mereka hanya ada kegembiraan menyambut 17 Agustus. Apalagi ketika menjadi juara 1, rasanya seperti memenangkan Piala Dunia saja.
Anak SD
Upacara bendera yang bosen dan sucks, berdiri selama sekitar 1 jam, dan berpura-pura khidmat di antara barisan sambil sesekali ngobrol. Tidak lupa jeweran pak guru ketika ketahuan ngobrol.
Setelah itu, baru mereka memikirkan perlombaan!
Anak SMP
Lagi-lagi Upacara bendera. Kali ini lebih banyak yang mengikuti dibandingkan saat SD dulu. Tidak jarang banyak yang jatuh pingsan karena terlalu lama berdiri dan dibopong anggota PMR atau PRAMUKA yang justru lebih nyaman untuk jalan-jalan di sekitar area upacara. Dan yang membuat ngiri lagi, saat anggota PMR itu dengan tenangnya ngobrol! Itulah sebabnya aku ga pernah suka dengan kegiatan PMR, (cuma PMR).
Anak SMA
Upacara bendera terus. Tpi setela upacara bendera ada yang dinanti anak muda jaman SMA, ada acara penras seni. Jadi estela upacara bendera langsung main band.
Anak Kuliah
Liburan! Dan itu berarti ada waktu yang sangat panjang untuk menikmati hari-hari bersama pacar. Atau, menjadi panitia 17 agustus yang sibuk mengurusi hadiah, lomba, dan cerewetnya ibu-ibu yang ingin anaknya menang.
Pekerja Negeri
Upacara lagi. Tapi walaupun upacara hampir dua jam (plus gladi resik), tapi ada yang disukai sehabis upacara. Potong tumpeng dan makan-makan satu cantor. Jadi itungannya dapat makan pagi plus makan siang dibungkus.
Pekerja Swasta
Liburan! Santai di rumah, menonton tv dan tidur!
Bagaimana denganku?
Saat terakhir saya merasakan getaran kebanggaan itu ketika melihat Piala Asia kemarin, saya masih bisa merasakan sedikit kebanggaan saya sebagai orang Indonesia. Selebihnya kembali seperti semula.
Tanggal 17 Agustus bagiku memang tidak jauh berbeda dengan hari-hari libur lain. Tidak Nasionalis? mungkin saja. Tapi apa yang bisa kita lakukan? Ikut Upacara? Oh, terima kasih.
Jadi mungkin aku akan menaklukkan dunia maya dengan browsing teruz sambil chating yang tidak ada habisnya
Bagaimana denganmu?
diambil dari:
http://luxsman.blogspot.com/2008/07/tujuh-belas-agustus.html
Kasih Ibu
“Kasih ibu kepada beta….
Tak terhingga sepanjang massa…..
Hanya memberi…
Tak harap kembali….
Bagai sang surya menyinari dunia….. “
Itulah cuplikan lagu tentang kasih ibu yang tak pernah berhenti tercurah kepada sang anak.Lagu tersebut adalah apreasiasiku terhadap jasa-jasa ibuku selama ini dalam memberikan kasih sayangnya kepadaku yang tak kenal lelah.Aku berharap semoga ENGKAU tidak mengambil nyawa ibuku untuk waktu saat ini.karena betapa berartinya seorang ibu bagiku.Ibuku juga yang tak pernah mengeluh dalam menghidupiku.Bila kalian masih memiliki seorang ibu,bahagiakanlah dan jaga perasaannya jangan sampai kamu menyakiti perasaan ibumu.Renungkanlah betapa berartinya seorang ibu bagi kalian.
Di hari ibu ini saya mengharapkan anak-anak semua yang ada di seluruh dunia untuk merenung sejenak tentang betapa besarnya kasih ibu kepada kita selama ini.Dan saya mengajak teman-teman untuk berprestasi dan kelak menjadi orang yang berguna,karena itu adalah kebahagian ibu kita selama ini yakni melihat anak-anaknya sukses.
Semoga Tuhan masih melindungi dan masih tetap memberi kesehatan kepada Ibuku yang tercinta.
PUASA
| Artikel ini adalah bagian dari seri Islam |
| Rukun Islam |
| Syahadat · Shalat · Puasa Zakat · Haji |
| Rukun Iman |
| Allah · Al-Qur’an · Malaikat Nabi · Hari Akhir Qada & Qadar |
| Tokoh Islam |
| Muhammad SAW Nabi & Rasul · Sahabat Ahlul Bait |
| Kota Suci |
| Mekkah ·Madinah · Yerusalem Najaf · Karbala · Kufah Kazimain · Mashhad ·Istanbul |
| Hari Raya |
| Hijrah · Idul Fitri · Idul Adha · Asyura·Ghadir Khum |
| Arsitektur |
| Masjid ·Menara ·Mihrab Ka’bah Arsitektur Islam |
| Jabatan Fungsional |
| Khalifah ·Ulama ·Muadzin Imam·Mullah·Ayatullah Mufti |
| Teks & Hukum |
| Al-Qur’an ·Hadist · Sunnah Fiqih · Fatwa · Syariat |
| Manhaj |
| Salafush Shalih |
| Mazhab |
| Sunni Hanafi ·Hambali Maliki ·Syafi’i |
| Syi’ah Dua Belas Imam Ismailiyah·Zaidiyah |
| Lain-lain Ibadi · Khawarij Murji’ah·Mu’taziliyah |
| Gerakan |
| Hizbullah·Hizbut Tahrir Ikhwanul Muslimin·Tasawuf Wahhabisme Jamaah Tabligh |
| Ormas Islam |
| Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Wahdah Islamiyah Persis·MUI·LDII |
| Lihat Pula |
| Portal Islam |
| Indeks mengenai Islam |
Puasa dalam agama Islam artinya menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang boleh membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hinggalah terbenam matahari, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Perintah puasa difirmankan oleh Allah pada Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183.
Berpuasa merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Terdapat puasa wajib dan puasa sunnah, namun tata caranya tetap sama.
Waktu haram puasa adalah waktu di mana umat Muslim dilarang berpuasa. Hikmah puasa adalah ketika semua orang bergembira, seseorang itu perlu turut bersama merayakannya.
- Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal)
- Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijjah)
- Hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah)
Perintah dalam Al-Quran
Perintah berpuasa dari Allah terdapat dalam Al-Qur’an di surat Al-Baqarah ayat 183.
- “Yaa ayyuhaladziina aamanuu kutiba alaikumus siyaamu kamaa kutiba ‘alalladziina min qablikum la allakum tataquun”
“ Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.”
-
Arsip
- Desember 2009 (1)
- Januari 2009 (3)
- November 2008 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
